Wednesday, October 04, 2006

Doa untuk Jeng Anin

Dear Anindita Thayf,

 

Di tahun 2002 (atau 2001), sewaktu Radhar Panca Dahana terkulai koma menjelang gagal ginjal, saya menjenguknya ke RSCM. Tentu ia tak mengenal siapa pun karena matanya pejam. Tapi ada jalan lain untuk menempuh dua tujuan sekaligus:

memasuki hatinya dan meminta kemurahan Tuhan.

Maka saya berbisik di telinga Radhar, membacakan Alfatihah.

Ingin saya berbisik di telinga Jeng Anin, membacakan Alfatihah, di antara suara ritmis detak jantung aritmia dalam mesin.

Namun karena tempat saya jauh, saya bacakan saja Alfatihah dari depan monitor komputer. Mungkin ada energi yang dengan pertolongan Tuhan, membawamu pada kebugaran hari demi hari. Insya Allah

 

Amin

Salam

Kurnia Effendi

 

 

 

3 comments: