Saturday, December 30, 2006

A L M A N A K

SIAPA sanggup menghentikan waktu? Almanak tetap bertengger dengan angka tanggal, nama bulan, dan angka tahun. Tetap bergeming bila kita diamkan sepanjang tahun, tapi toh kita harus percaya pada waktu yang berjalan. Waktu yang membaca kalender, dari angka satu ke angka berikutnya, dari bulan Januari ke bulan berikutnya. Waktu yang lantas menggerakkan tangan kita untuk menyobek tiap halaman penanggalan, seperti kekuatan yang tak tampak, namun bekerja di seluruh penjuru dunia.

Kini kita berpisah dengan tahun 2006, serta-merta masuk ke tahun 2007. Tidak secara individual, tidak ada yang menolak dan ingin tinggal saja di tahun sebelumnya, karenaternyatabukan kita yang bergerak, melainkan: waktu yang melindas kita! Meskipun dengan matahari yang satu itu, dengan bumi yang kian renta ini, dengan udara yang kemarin-kemarin juga, kita secara bersama-samamelangkahke periode 2007.

Apa yang hendak kita lakukan? Evaluasi kegiatan yang telah berlalu untuk tidak mengulangi kekeliruan? Membaca ulang setiap rencana awal tahun dan mencocokkannya dengan kenyataan yang berlangsung? Mencatat setiap ilmu baru, tambahnya sahabat, kenangan peristiwa luar biasa, termasuk pelbagai bencana yang membuat perasaan kita runtuh? Apa pun boleh, sepanjang itu bermanfaat untuk menata agenda setahun ke depan.

Sebagaimana nasihat Rasulullah, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.” Peningkatan itulah yang semestinya kita dambakan dan kita rencanakan, kemudian kita buktikan. Pepatah Jepang yang mengatakan: “Rencanakan apa yang hendak anda kerjakan, dan kerjakan apa yang telah anda rencanakanmerupakan saran agar kita hidup dengan target tertentu. Dengan cita-cita dan impian yang membuat setiap langkah kita menggairahkan.

Boleh jadi, aral akan menghambat perjalanan kita, itu sebabnya upaya meraih harapan dianggap sebagai perjuangan. Dan perjuangan penuh dengan ujian itulah yang membuat makna hasil lebih membanggakan, ketimbang yang dicapai dengan sangat mudah. Kemudahan adalah bentuk keluaran (output) dari kecerdasan mengantisipasi kendala, dan kekuatan menyingkirkan masalah yang kita hadapi.

Ah, mengapa jadi serius begitu? Mari kita sambut mentaribaru’, fajar yang disongsong oleh suara terompet di mana-mana, dengan senyum cerah. Udara mungkin basah, langit mungkin kelabu, jalanan mungkin becek oleh genangan hujan, tapi percayalah: kekuatan hati untuk tetap bersemangat akan memenangi kompetisi di tahun 2007.

Bagi politisi yang hendak membentuk partai baru, pikirkan sungguh-sungguh visi dan misi yang hendak diemban. Saya kira rakyat sudah mulai pintar memilih yang benar, setelah berulangkali merasatertipuoleh gebyar di awal kibar. Bagi pejabat atau tokoh publik yang hendak mencari istri baru (yang kedua dan seterusnya), pikirkan sungguh-sungguh kemampuan diri untuk berbuat adil. Bagi para sastrawan yang ingin menerbitkan buku baru, pikirkan sungguh-sungguh tanggung jawab moralnya bagi kepentingan pembaca, penerbit, dan pengarangnya sendiri. Kita percaya, manusia memiliki kalbu. Justru kalbu itu yang (sesuai dengan makna harafiahnya: sesuatu yang mudah naik dan turun) mudah terpedaya oleh situasi. Pertanyaannya adalah: apakah kita akan terus-menerus menjadi sang keledai?

Tahun sedang berganti wajah. Ah, tidak! Kita semua yang akan mengubah wajah tahun 2007, dengan pelbagai corak. Almanak berubah angka, seperti juga angka usia kita. Tanggal 1 Januari, seolah kita hendak memulai segalanya dari awal lagi. Oleh karena itu jangan terlampau sedih bila menengok jejak di belakang yang masih juga terasa sia-sia. Karena, sekuat apa pun kita, sanggupkah menghentikan waktu?

           

(Kurnia Effendi, untuk kolom JEda tabloid PARLE)