Thursday, May 18, 2006

Kisah Kamis

Dua Wawancara

Kamis 18 Mei 2006, pukul 08.15.

(satu)

Telepon selularku bergetar. Suara seorang wanita di seberang memperkenalkan sebagai ibu dari Sinta. Sinta adalah mahasiswa Unpad Fakultas Fikom. Sejak tiga hari sebelumnya, Sinta sudah menelepon dari Bandung, hendak mewawancaraiku demi sebuah tugas mata kuliah jurnalistik. Namaku diperkenalkan melalui seorang pamannya yang bersahabat dengan Pemimpin Redaksi Azzikra. Terpilihlah aku sebagai pengarang yang hendak diwawancara karena (mungkin) tak ada kandidat lain. Seperti biasa, aku bersedia. Seraya membayangkan, jika anakku kelak harus mewawancara pengarang, siapa nama yang hendak kusodorkan?

Ibu Sinta menelepon karena sinta sedikit kesasar. Sebenarnya dia sudah sampai di depan Carrefour, tapi yang teringat Exxon Mobil, bukan Indomobil. Berhubung pulsa Sinta terbatas, dia minta bantuan ibunya untuk menjembatani memberi arah yang benar. Ringkas cerita, Sinta telah sampai di lantai 7 Wisma Indomobil, tempat kantorku bercokol. Sementara saat itu aku masih berdiskusi via telepon dengan Pemimpin Umum Tabloid Parle. Selang lima menit kemudian kuakhiri karena seorang tamu harus segera ditemui.

"Manakah yang bernama Sinta?"
"Saya,"

Aduhai: dia seorang gadis mungil yang cantik. Baru memandang saja sudah gemas dibuatnya. Bagaimana rasanya diwawancara olehnya? Tentu tak akan bergeser tatapan mataku dari kelopak matanya yang indah dan bibirnya yang tipis tanpa lipstick.
"Kenalkan ini adik saya," Sinta menoleh kepada seorang pemuda, yang kemudian kutahu baru kelas I SMA. Namanya Wasi.
"Sebentar, aku cari ruangan ya?"

Kudapatkan Ruang Satria (nama type motor Suzuki) yang memiliki meja bundar dan 4 kursi. Cukuplah. Kami duduk menyeputar dengan view Carrefour dan lalu lintas yang memadat di bawah sana.

Kami berbasa-basi sebentar seputar campur tangan sang ibu. Selanjutnya Sinta mengeluarkan seperangkat alat rekam, yang microphonenya dijepit pada dasiku. Wah, serius rupanya. Jadi aku pun menanyakan siapa nama dosennya, dan sekarang dia semester berapa. Rupanya masih duduk di semester dua, dan belum penjurusan.

"Apa yang Sinta ingin tahu dari aku?"

Dengan senyum yang terus awet dikulum, dia membuka daftar pertanyaan (wahai, 3 halaman A4...gak salah?), dan pertanyaan mengalir dari bibir tipisnya. Mulai dari bagaimana caraku menulis, berapa jumlah karya, kapan mulai menulis (tentu sebelum Sinta lahir), siapa pengarang yang dikagumi, apa judul cerpen favorit, apa pendapatku mengenai perkembangan teenlit, perkembangan bahasa, dan sikap terhadap kurikulum bahasa, apakah harus ada bakat, bagaimana sebaiknya isi buku ajar... Lantas minta lampiran biodata. Adiknya memotretku tiga kali. Dan kuberikan 'bonus' sebuah buku plus materi penulisan kreatif yang pernah kugunakan di Matabaca.

Waktu kubuat otograf di bukunya, kutulis nama lengkapnya: SINTA REGI HAPSARI, nama yang seindah pemiliknya. Kusuguhi mereka teh manis, karena tak terasa telah ngobrol satu jam, dan tentu mereka beranjak haus.

Percakapan pun selesai. Sebelum pamitan, aku minta tolong kepada kakak angkatannya (alumni Fikom Unpad yang berada di bagian Advertising Suzuki, namanya Ilya Deharina, teman SMP Mang Jamal Itenas) untuk memotret kami berdua. Nah, terjeratlah sudah Sinta ke dalam frame yang akan mengekalkan senyumnya!

Menjelang sore, ibu Sinta kembali menelepon, mengucapkan terima kasih atas bantuanku terhadap puterinya. Serta menceritakan sedikit kehebohan: Sinta telah menelepon banyak temannya, bahwa tugasnya telah melebihi ekspektasi semula, karena mendapat buku dari pengarangnya... Ah, aku yang tersipu dibuatnya.

(dua)

Seusai makan siang, aku membaca kumpulan cerpen Agus Noor yang hendak diterbitkan oleh Penerbit Kompas (ah, ini off the record!). Di tengah keasyikan, telepon selularku bergetar. Ada suara yang begitu merdu dan mikrofonik, seorang laki-laki, dan tak perlu menduga-duga, dia segera mengaku dari Radio Sonora. Ah, ada apa lagi?

"Benarkah ini Mas Kurnia Effendi?"
Tentu kubenarkan karena aku tak punya nama samaran.
"Ini dari Radio Sonora, boleh ngobrol on air?"
Wah, pasti ada yang ngerjain! Apalagi ketika sang penyiar itu ngomong begini:
"Mas Kurnia katanya baru saja meraih kejuaraan, mengenai apa ya?"
"Apa ya? Saya baru saja memperoleh peringkat kedua Karyawan Teladan di Suzuki Group."
Rupanya, ada seorang teman sejawat di bagian Faktur Kendaraan yang ingin memberi apresiasi dan ucapan selamat lewat udara. Ah, ada-ada saja.

Akhirnya terjadilah wawancara seputar Karyawan Teladan Suzuki. Mbak Endang, sang pemberi info, membocorkan cerita lain lagi bahwa Kef itu penulis dan tahun lalu mendapatkan penghargaan Kompas atas cerpennya yang masuk ke dalam 10 cerpen Kompas terbaik. (Waduh, nyambung bener! Kompas kan sekeluarga dengan Sonora). Di ujung perbincangan (yang ternyata disimak oleh teman-teman dari bagian Administrasi), Sonora mempersilakan Mbak Endang mengucapkan kata-kata selamat dan harapannya kepadaku. Lantas ditutup dengan sebuah lagu.

Aku segera menghampiri departemen itu bukan dengan marah, tapi dengan suka-cita. Rasanya itu sebuah cara mengucapkan selamat yang berbeda dengan yang umumnya terjadi. Bayangkan kalau sampai didengar oleh... siapa? Ya, misalnya teman-teman Kompas-Gramedia group, tentu semakin tercemar... eh, terkenal namaku.

Terima kasih Mbak Endang. Aku jadi lebih tersipu hu-hu.

(kurnia effendi)

4 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Sinta skrng udh meninggal pak.. Sedih sekalii ya rasanya.. Psti bapak cukup senang bs mengenal sinta.. Dy teman saya sewaktu SMA di jakarta.. :'(

11:26 AM  
Blogger lina123 Chen said...

chenlina20150627
abercrombie and fitch
abercrombie store
fitflops sale
longchamp outlet
hollister clothing
p90x
michael kors
cheap toms sale for kis
kids lebron james shoes
true religion sale
cheap jerseys wholesale
oakley sunglasses outlet
coach outlet store online
cheap toms
jordan retro 13
michael kors outlet online sale
abercrombie and fitch
true religion sale
cheap jordans
coach outlet
kids lebron shoes
cheap jerseys
oakley sunglasses
pandora bracelets
oakley sunglasses
gucci outlet
ralph lauren outlet
cheap nfl jerseys
air jordan retro
coach factory outlet
oakley sunglasses
jordan 8 bugs bunny
nike air max
louis vuitton outlet
true religion
michael kors
ralph lauren outlet
oakley sunglasses wholesale
michael kors outlet
louis vuitton

4:08 PM  
Blogger chenlina said...

chenlina20160505
lebron 11
tory burch outlet
kate spade handbags
nike store
ray ban sunglasses
kobe 9
toms wedges
michael kors outlet
christian louboutin outlet
air jordans
louis vuitton handbags
tiffany outlet
coach factorty outlet
air jordans
louis vuitton handbags
michael kors handbags
christian louboutin outlet
authentic louis vuitton handbags
kobe 9
adidas uk
michael kors handbags
beats solo
michael kors handbags
true religion outlet
louis vuitton handbags
ray ban sunglasses
ralph lauren uk
polo ralph lauren
michael kors outlet clearance
michael kors outlet
coach factory outlet
ugg outlet
vans shoes sale
nike air max
cheap jordan shoes
kd 8 shoes
timberland boots
coach outlet store online
louis vuitton outlet online
kobe bryant shoes
as

9:08 AM  
Blogger Zheng junxai5 said...

zhengjx20160706
michael kors handbags
vans outlet
air jordan femme
michael kors purses
louis vuitton purses
timberlands
cheap jordans
cheap rolex watches
louis vuitton outlet stores
longchamp outlet
michael kors outlet clearance
nfl jerseys
michael kors outlet online
true religion jeans
louis vuitton purses
nike free uk
rolex watches
coach outlet
ralph lauren
lebron 12
jordan 3s
timberland outlet
celine outlet
tory burch outlet online
coach outlet
louis vuitton outlet stores
fitflop clearance
louis vuitton outlet
gucci outlet
ray ban outlet
timberland boots
cheap air jordans
gucci handbags
michael kors outlet online
toms wedges
adidas boost
asics running shoes
oakley vault
adidas stan smith
ray ban sunglasses outlet

2:34 PM  

Post a Comment

<< Home