Monday, May 01, 2006

Pertemuan Malam Empat Sahabat

Empat Sahabat

(1)

badut
dan payung
aku di luar hujan
jadi lelucon
di jalanan

percakapan
bukan kata
membuka mata

ke dalam
diriku
mencari jalan
juga payung

(2)

ah, dasar penyair kampung
pembicaraan kita tak pernah sampai ujung
apa arti hujan bagi sehimpun mendung?
kecuali ingin melenyapkan sekian perasaan murung

kita sibuk merencanakan jaringan
bagaimana mungkin, saat kaki terjaring
oleh beribu cerita yang luput dari angan
mengisap segala basah jadi kering

(3)

apa makna pertemuan
selain untuk menyatukan rindu
yang purba
yang tiba-tiba merekah
pada tanah merah
pada resah
yang senantiasa
menanti perihnya hati

begitulah kita
yang senantiasa tiada mampu menduga
jiwa luka

(4)

laut dalam dengan samar cahaya
berjuta rindu tak sampai di sana
hanya hasrat purba ikan-ikan
menyentuh dingin
seperti bongkahan gunung es retak
pecah mengembara
ke negeri entah

***

art danes café denpasar, 27 april 2006, 22.25 wita
warih wisatsana - kurnia effendi - tan lioe ie - wayan sunarta