Tuesday, June 13, 2006

Sisi Gelap Manusia


SERBA sepasang yang diciptakan Tuhan, dapatkah disebut keseimbangan? Antara siang dan malam, bagian terang dan sisi gelap. Panas dan dingin, keras dan lembut, baik dan buruk. Jika seluruh murid pandai dikumpulkan dalam satu kelas, adakah yang menonjol? Tentu baru terasa menjadi kelas unggulan ketika ada kelas pembanding dengan sejumlah murid berotak tumpul. Dengan kata lain, yang satu akan memberikan eksistensi kepada yang lain. Kita menyebut 'aliran kiri' karena berbeda dengan 'aliran kanan'. Tetapi jika berjalan terus-menerus ke arah Barat, saya yakin akan muncul di Timur... Ah, sudahlah, rasanya mustahil bila ada seorang penjudi yang mengaku menang tanpa ada yang kalah di meja judi yang sama!

Tak perlu jauh ke luar dunia, bahkan dalam tubuh kita terdapat bagian yang serba sepasang. Meskipun fungsi telinga, baik yang kanan maupun yang kiri, sama-sama untuk mendengar, kecuali bagi si bengal yang sedang menerima nasihat gurunya. Yang satu untuk 'masuk' dan yang lain untuk 'keluar'. Karena dalam raga manusia terdapat jiwa, maka hati dan jantung tak semata segumpal benda yang berdenyut, bertugas menyimpan cadangan tenaga dan memompa darah ke sekujur tubuh, melainkan juga merasakan kegembiraan dan kesedihan, sesekali berdebar-debar. Kalbu, sebagai kelopak hati yang berubah-ubah, demikian rentan terhadap sisi terang dan sisi gelap manusia. Untuk itulah kemudian agama diturunkan guna mengatur keseimbangan. Adanya Yin dan Yang, tentu bukan konsep yang serta-merta hadir di luar proses spiritual manusia.

Kapan kita berada di tempat terang dan kapan kita berada di sisi yang gelap? Sejujurnya kita tahu, paham, dan sadar. Iman tak pernah tetap atau stabil. Oleh karena itu, sebuah celah terbentuk, dan Tuhan memberikan jalan keluar berupa taubat untuk sebuah kesalahan yang diperbuat. Sementara untuk beranjak semakin waskita dan arif, kesabaran manusia terus-menerus diuji, oleh penggoda yang 'kualitas'nya semakin tinggi. Maka banyak kisah tentang Kaisar yang jatuh oleh sepercik nafsu. Presiden yang dirontokkan oleh martabat buruk keluarganya. Bahkan dalam cerita Mahabharata, tak semua ksatria suci dari noda. Lalu diam-diam kita ingin tak percaya, mengapa seorang Nabi yang saleh dan ulul-azmi justru memiliki putra yang ingkar?

Rahasia itu selalu tak terungkap, karena kita menjadi bagian tak terpisahkan dari rahasia sifat manusia. Manakala musibah gempa melanda Jogja dan sekitarnya, sifat manusia pun terbelah. Banyak orang turun tangan menjadi relawan, namun ada sebagian yang justru mengambil keuntungan. Mungkin kita masih wajib bersyukur, karena lebih banyak orang yang hatinya condong kepada welas asih ketimbang yang 'terpinjam' oleh sosok sang jahat. Artinya, yang menjarah harta dari rumah yang ditinggalkan tak sebanyak uluran tangan untuk meraih para korban dalam genggaman perlindungan meski masih sebatas tataran darurat.

Setelah mendengar semua pengalaman dan cerita orang, kini percayakah kita kepada sahabat? Ada sejumlah pepatah yang mengisyaratkan, bahwa rasa aman dan keadaan bahaya itu tak berbatas lebar. Saat kecil menjadi teman, ketika besar menjadi lawan. Air, Api, Angin, Tanah! Air yang menghidupi kita sanggup sekonyong menjadi bah yang merendam seluruh kota. Api yang mematangkan nasi dan lauk-pauk itu bisa mendadak jadi si jago-merah yang melalap semua milik kita. Angin sepoi yang membuat sirkulasi udara dalam rumah berjalan baik dan berjasa menebar serbuk bibit tetumbuhan, suatu ketika berubah puyuh puting-beliung. Tanah pun kerap menunjukkan murka dengan cara longsor dan menimbun kehidupan. Lalu ada pertanyaan: apa fungsi rumah bagi manusia? Melalui perjalanan sejarah, akhirnya tersimpulkan bahwa keluarga membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung dari angin, hujan, terik surya, dan binatang buas. Bermula dari gua, kini berkembang jadi rumah yang mirip istana. Benarkah kita terlindung di dalamnya? Lantas apa yang terjadi di Jogja dan sekitarnya? Bukankah sebagian besar mereka tewas tertimbun oleh sang pelindung? Oleh reruntuhan rumah mereka sendiri?

Pisau di dapur kita sangat berguna untuk pekerjaan seorang ibu, selain juga sanggup menusuk tembus leher manusia. Ada kepercayaan, sepanjang beberapa hari semenjak lahir, bayi harus ditemani sebilah gunting yang tersimpan di bawah bantalnya. Mungkin agar malaikat lekas meraihnya saat iblis mendekat hendak menerkam manusia fitri itu. Akan tetapi karena sisi terang dan sisi gelap manusia itu lekat satu sama lain seperti pada dua sisi mata uang, betapa mudahnya sifat santun berubah menjadi beringas. Atau yang lebih menakutkan: di balik kesantunan itu ada tunas psikopat yang tak teraba oleh lawan bicara.

Kadang-kadang kita tidak sadar, saat melakukan sembahyang atau berdoa dalam gereja, di saku kita tersimpan hand-set canggih yang menghimpun pelbagai adegan hubungan seksual mirip-mirip binatang. Mudah-mudahan Tuhan sempat tersenyum, menerima menu persembahan yang begitu lengkap. Atau kita yang pernah lulus cum-laude dari sebuah pesantren merasa gegar budaya saat tiba di metropolitan, terseret ke dalam kehidupan malam dan terbelalak matanya: Ya Tuhan, inikah surgaMu di dunia? Saat itulah cahaya nurani meredup, 'mata uang' beralih sisi (seolah hasil putaran sang Bandar yang bercadar) menuju bagian yang kelam.

Kini kita tahu (juga paham dan sadar), berjuta manusia Jakarta yang telah seharian penuh menjadi bagian dari hiruk-pikuk perjuangan untuk bertahan hidup, memilih biliknya masing-masing di malam hari. Di surau-surau sempit slum area, ada yang menderas Qur'an, mempertahankan nyala iman. Di relung gempita bawah tanah, ada yang berpesta seperti Caligula, sebagaimana pernah ditulis oleh Moamar Emka dalam "Jakarta Undercover". Oleh karena itu, jangan heran ketika seseorang ingin namanya ditulis untuk peristiwa derma besar korban bencana, padahal baru saja menandatangni persetujuan penggusuran sebidang luas perkampungan untuk hypermarket yang baru.

Ada baiknya, sebelum melangkah keluar dari rumah, kita ucapkan doa. Agar yang berada di depan kita lebih banyak jalan lurus ketimbang cecabang tikungan yang acap membuat kita ragu memilih...

(Kurnia Effendi, untuk kolom JEDA di tabloid PARLE edisi 41)

5 Comments:

Anonymous perca said...

lo? ganti baju neeeh?

9:58 AM  
Blogger lina123 Chen said...

chenlina20150627
michael kors outlet
abercrombie & fitch new york
oakley sunglasses
air max 95
coach outlet
abercrombie and fitch new york
burberry handbags
lv outlet
jordan retro 13
kobe 9
michael kors outlet
louboutin shoes
christian louboutin shoes
louis vuitton
gucci outlet online
michael kors
gucci belt
true religion sale
louis vuitton handbags
oakley sunglass
christian louboutin sale
air max 95
gucci outlet
timberlands
christian louboutin outlet
coach outlet store online
jordan 5
louis vuitton
chanel uk
burberry bags
prada outlet
toms shoes
true religion
retro 11
cheap toms
pandora uk
cheap jerseys wholesale
true religion outlet
ncaa jerseys
cheap ray bans

3:34 PM  
Blogger chenlina said...

chenlina20160505
kate spade
rolex submariner
coach outlet store online clearances
coach outlet
jordan retro
insanity workout
louis vuitton purses
canada goose
nike air max
fitflops shoes
louis vuitton outlet
michael kors outlet clearance
cheap oakley sunglasses
nike free runs
true religion jeans
coach outlet
michael kors handbags
replica watches
michael kors purses
ralph lauren outlet
giuseppe zanotti
nba jerseys
gucci outlet
michael kors handbags
michael kors outlet
nike outlet store
ray ban sunglasses
burberry outlet
ray ban outlet
burberry scarf
coach factory outlet online
michael kors uk
coach outlet
rolex watches
air force 1
louis vuitton outlet
louis vuitton handbags
coach factorty outlet online
ralph lauren
beats by dr dre
as

1:27 PM  
Blogger raybanoutlet001 said...

hermes belts
pandora jewelry
michael kors outlet
polo ralph lauren
49ers jersey
ralph lauren
ugg boots
nike blazer pas cher
polo ralph lauren
nike factory outlet

3:36 PM  
Blogger 郑佳颖 said...

cheap jordans
links of london sale
michael kors outlet online
adidas yeezy
nike roshe run
converse outlet store
adidas outlet
links of london
cheap jordans
cheap nfl jerseys china

3:02 PM  

Post a Comment

<< Home