Tuesday, December 04, 2007

Cornelia Agatha Menyiapkan Kado Terindah

Seorang Cornelia Agatha telah menolak tawaran main film dan serial sinetron televisi sampai pertengahan Januari mendatang! Ada apakah?

”Aku sedang betul-betul menghayati peranku sebagai psikolog dalam pementasan Teater Koma yang akan datang. Ini peran terberat karena aku harus belajar banyak mengenai ilmu psikologi. Ditambah lagi aku mesti menguasai 5 jenis tarian Latin.”

Ah, luar biasa. ”Tarian apa saja? Apakah ini semacam kabaret?”

”Aku harus pintar menari tango, salsa, walz, rumba, samba... karena aku akan menari dengan pasienku dalam drama itu....”

Itulah sepotong percakapan senja dengan Cornelia Agatha, seniwati peran yang juga pandai menyanyi. Pada ulang tahun Parle, 2 September yang lalu, pemilik anak kembar itu mempersembahkan dua lagu musikalisasi puisi. Satu di antaranya disertai tarian.

            Menurut pengakuannya, hampir tiap malam dia sibuk berlatih dengan 14 pemain lain di bawah penyutradaraan Nano Riantiarno untuk pertunjukan Teater Koma setelah ”Kunjungan Cinta” beberapa bulan yang lalu. Naskah karya Evald Flisar, dramawan dari Slovenia, berjudul ”Kenapa Leonardo” akan dipentaskan awal tahun 2008 di Graha Bhakti Budaya TIM.

            Sebagai Dasilva, Lia (panggilan akrab Cornelia) selalu konflik dan bersilang pendapat dengan seorang dokter tentang para pasien yang sedang mereka teliti. Latar cerita berlangsung dalam sebuah lembaga penelitian sakit jiwa. Tentu saja Lia harus menguasai, selain dialog juga materi yang diperbincangkan.

            ”Untung aku suka buku-buku psikologi. Aku belajar lebih dalam tentang psikoanalisis Sigmund Freud. Dan Mas Nano juga mengundang beberapa ahli jiwa sebagai konsultan kami,” kata Lia dengan antusias.

            Yang lebih kedengaran serius, dari naskah-naskah Teater Koma lainnya, setiap pemain harus setia dengan dialog dalam skenario, dilarang melakukan improvisasi. Apakah ciri khas Teater Koma dengan kisah-kisah parodinya akan hilang? Tidak, menurut Lia. Drama ini pun mengandung unsur satir dan parodi, tetapi dibuat dalam suasana yang lebih gelap. Mungkin bernuansa gotik atau noir dalam istilah film.

            ”Mas Nano dan Mbak Ratna juga ikut main,” tambah Lia. Itu artinya, begitu penting pementasan ini bagi pemimpin dan sutradara Teater Koma.

            ”Apakah ini menjadi sesuatu yang istimewa bagi Lia?”

            ”Benar,” lalu Lia berbisik. ”Ini akan menjadi kado ulang tahun saya. Pertunjukan hari pertama persis di tanggal kelahiran saya, 11 Januari.”

            Tidak heran jika Lia demikian bahagia dan penuh semangat menjalani latihan demi sebuah kesuksesan. Bahkan menurutnya, jika para pemain sanggup melewati fase drama ini, bisa dianggap ”naik kelas”. Bahkan, Flisar, sang penulis yang saat ini masih memegang jabatan sebagai redaktur jurnal-sastra-tertua di Slovenia, akan hadir menonton di Indonesia.

            Naskah Kenapa Leonardo telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa dan menjadi tontonan di panggung-panggung teater kelas dunia. Di antara para pemainnya mendapat penghargaan bergengsi dalam kompetisi teater. Wajar jika Lia tak hendak melepaskan kepercayaan dari Riantiarno yang memilih sendiri para pemainnya.

            Lahir di Jakarta, 11 Januari 1973, Cornelia Agatha yang berdarah campuran Jawa, Manado, Belanda, Jerman, dan Yahudi ini sudah berakting sejak masih belia. Namanya menjulang saat berperan sebagai Sarah dan serial TV Si Doel Anak Sekolahan. Lia menerima penghargaan sebagai Aktris Terbaik FFI lewat film Rini Tomboy (1992). Sepuluh tahun kemudian, 2002, mendapat penghargaan Aktris Terpuji dari Forum Film Bandung melalui sinetron Perempuan Pilihan.

            Menikah dengan Sony Lawlani di Hongkong pada 18 Maret 2006. Sebagai ibu muda yang menghadiahkan sepasang anak kembar Makayla Athaya Lawlani (perempuan) dan Tristan Athala Lawlani (laki-laki), tubuhnya rela untuk sementara tidak langsing. Jadi apa yang sedang ditunggu-tunggu dengan rasa berdebar penuh bahagia, Lia?

            ”Kado terindah dari pementasanku bersama Teater Koma, di hari ulang tahunku!” jawabnya gembira.

(Kurnia Effendi)  

 

1 Comments:

Blogger Indra Jaya Kurniawan said...

wow info yang keren kak.. ooo iya kak kalau ingin tahu tentang cara membuat website gratis yukk disini saja.. terimakasih.

11:00 AM  

Post a Comment

<< Home