Thursday, February 01, 2007

Merpati Stefani

PRAMUGARI menawarkan permen. Sebenarnya Stef ingin pramugari itu menawari rokok mentol, tapi belum pernah terjadi. Tatapan mata kelincinya membuat Pak Damar tersenyum.Ini penerbangan tanpa asap rokok.”

Tapi penerbangan yang tak bebas merpati, bukan?” kata Stefani.

“Apa yang bergerak-gerak di bawah kursi?” tanya pramugari. Membuat Stef seperti merasa kelepasan bicara.

Agaknya ia mendengar suara kertap: sayap merpati menabrak dinding karton. Ah, kata ‘kertap’ selalu mengingatkan kita pada puisi Sapardi Djoko Damono.

“Kami membawa merpati,” jawab Pak Damar.

Stef memandang ke mata pramugari itu penuh harap. Atau berlumur sihir? Mendadak ada kecemasan, andai dilarang membawa binatang.

Boleh saya simpan di belakang? Tentu akan lebih aman,” usul pramugari.

Stef menarik nafas lega. Untung ia tidak membawa seekor komodo!

Ketika suara mesin pesawat mulai mengeras, Stefani berdoa. Ia selalu mendapati rasa takut menjelang jauh dari bumi. Ketika pesawat mulai bergerak maju menuju landasan utama, tangan kanan Stef menggenggam erat pergelangan tangan kiri Pak Damar. Terasa suhu dingin merambat ke kulit. Pak Damar merasa jadi termometer.

“Jangan khawatir. Semua aman.” Pak Damar menenangkan.

 Ketika pesawat mulai memacu kecepatan untuk tinggal landas, Stef mengubah posisi duduk, meskipun tetap terikat sabuk pengaman. Tubuhnya condong ke kanan, kedua tangannya memeluk Pak Damar. Badannya gemetar seperti getaran kabin pesawat.

“Saya takut!”

“Tidak perlu takut, Stef. Pilotnya juga ingin selamat. Ini hanya sebentar.”

Yang sebentar itu – deru mesin dan laju pesawat sampai lebih 200 mil per jam untuk mengangkat seluruh bobotnya ke udara – terasa begitu lama bagi Stef. Telinganya merapat ke telinga Pak Damar, seperti bermaksud meredam segala bunyi dari salah satu sisi. Tapi menimbulkan degup yang lebih keras pada jantung Pak Damar. Apakah telinganya sedang mengulum telinga Stef?

 

(Dipetik dari cerita Merpati Stefani, Kurnia Effendi)

 

1 Comments:

Blogger Tiara said...

merpati oh merpati...

senangnya menemukan tempat ini =)

6:36 PM  

Post a Comment

<< Home